Topik Favorit Seorang Suami

Topik Favorit Seorang Suami

Topik Favorit Seorang Suami
Artikel oleh Seth Troutt (Pendeta, Mesa, Arizona)

Perempuan telah diizinkan menjadi pasukan operasi khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy SEAL) sejak tahun 2016, tetapi sepuluh tahun sejak itu, belum ada satu pun yang berhasil menyelesaikan seluruh pelatihannya. Mengapa? Karena Allah menjadikan perempuan sebagai “kaum yang lebih lemah” (1 Petrus 3:7). Ketika Petrus mengatakan hal ini, dia sama sekali tidak bermaksud merendahkan perempuan. Dia justru menekankan kesetaraan mereka pada frasa berikutnya (meskipun bukan berarti kesamaan yang identik!) sebagai sesama “teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan.” Dia hanya menyampaikan pengamatan yang didasarkan pada kenyataan. Ini bukanlah sebuah perintah (Petrus tidak mengatakan bahwa perempuan harus menjadi pihak yang lebih lemah) melainkan suatu fakta, dan fakta itu disertai sebuah perintah dan peringatan.

Para Mempelai Pria yang Meneladani Sang Mempelai Pria

Mari kita melihat keseluruhan ayatnya:

Hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7)

Perhatikan peringatan tersebut: “supaya doamu jangan terhalang.” Jika Anda gagal melakukan apa yang Allah perintahkan, jika Anda menolak menghormati istri Anda dengan hidup bersama dengannya secara penuh pengertian, doa-doa Anda akan terhalang. Jika Anda tidak menjalankan otoritas Anda dengan cara yang selaras dengan rancangan Allah, ketidaktaatan Anda akan mengganggu hubungan Anda dengan Allah. Mengapa?

Ketika pria-pria yang mengatakan bahwa mereka ingin dipimpin oleh Yesus menolak arahan-Nya mengenai kepemimpinan mereka sendiri, mereka menjauh dari Tuhan mereka dan dengan demikian menghalangi kemampuan mereka untuk berjalan bersama-Nya serta mendengar suara-Nya.

Gereja merupakan mempelai Kristus, dan suami kita, Yesus, adalah penuh kasih sayang, penuh perhatian, peduli, bijaksana, dan rela berkorban. Dia hidup untuk menjadi Perantara bagi kita. Dia adalah teladan tertinggi tentang bagaimana kita seharusnya menggunakan ketidakseimbangan kuasa. Kuasa dan otoritas pada dasarnya adalah baik; kita seharusnya tidak berusaha melepaskan atau menghapus kuasa, melainkan menggunakan kuasa dengan benar.

Manusia duniawi menggunakan kuasa untuk melayani dirinya sendiri; tetapi pria yang ingin meneladani Kristus akan menjadi mempelai pria yang serupa dengan Sang Mempelai Pria di atas segala mempelai: Dia akan memimpin rumah tangganya dengan kelembutan dan kepedulian yang dengan setia merepresentasikan Raja segala raja. Sama seperti Tuhan Yesus senang memimpin umat-Nya dan bekerja sebagai jawaban atas doa-doa mereka, demikian pulalah suami yang takut akan Tuhan memimpin, mendengarkan, dan bertindak dengan memperhatikan keinginan dan impian istrinya.

Dalam Efesus 5, rasul Paulus memberikan kepada kita dua kata kerja yang membantu membuat tugas kepemimpinan suami ini menjadi konkret: mengasihi dan memelihara.

Teko Perak

Baru-baru ini kami mengadakan pesta ulang tahun putri kami yang keempat. Bisakah Anda menebak tema yang dia pilih? “Princess Unicorn Disco Tea Party.” Kami meminjam set teh antik milik neneknya untuk acara itu. Sebagai persiapan, kami berkata kepada putri kami, “Cangkir-cangkir dan teko ini tidak seperti barang biasa yang kamu gunakan; benda-benda ini lebih rapuh, lebih istimewa, dan harus diperlakukan dengan lembut.” Matanya terbelalak: sebuah set teh sungguhan. Dia begitu hati-hati, penuh perhatian, dan penuh rasa syukur saat menikmati barang-barang pusaka yang berharga itu. Dia menghargai kesempatan tersebut. Bejana yang lebih lemah ini sangat berharga.

Dia memang perlu untuk diingatkan; perhatiannya mulai memudar seiring rentang perhatian khas anak empat tahun. Ketika Paulus memerintahkan para suami untuk memelihara dan mengasihi istri mereka “sama seperti Kristus terhadap jemaat” (Efesus 5:29), dia memberikan suatu pengingat yang serupa kepada para pria untuk memperlakukan istri mereka sebagai sesuatu yang berharga, sebagai pribadi yang sangat bernilai.

Seperti putri saya, banyak suami memulai dengan memperlakukan istri mereka sebagai sesuatu yang berharga tetapi, akibat keegoisan yang lahir dari dosa, akhirnya menjadi merasa berhak atau kurang bersyukur terhadap mereka. Hai para pria, ingatlah: Mempelai Anda ini pada akhirnya bukanlah milik Anda melainkan milik Allah! Dalam makna yang paling mendalam, dia adalah seorang putri, anak perempuan dari Raja segala raja. Dia layak menerima perhatian, kepedulian, kelembutan, dan rasa syukur dalam setiap musim kehidupan, bukan hanya ketika Anda baru menikah. Seperti porselen halus yang lebih rapuh namun lebih berharga dan indah justru karena kelemahannya itu demikian istri Anda layak untuk dikasihi dan dihargai. Inilah hakikat kesatria sejati: kekuatan yang menghormati nilai sejati dari orang lain.

Topik Favorit Seorang Suami

Saya baru-baru ini mulai belajar Jiu-Jitsu Brasil. Sekarang akun X dan Instagram saya dipenuhi dengan dua topik: Yesus dan Jiu-Jitsu. Hobi baru saya telah menjadi pusat perhatian, dan algoritma mengetahuinya. Saya sedang belajar, mempelajari, dan meniru praktik-praktik terbaik supaya tidak mudah dikalahkan. Saya sungguh-sungguh berusaha mempelajari bagaimana mengantisipasi dan merespons berbagai situasi dan posisi.

Fokus baru ini membantu kita memahami apa yang Paulus maksudkan dengan “memelihara” (Efesus 5:29) dan apa yang Petrus maksudkan dengan “hiduplah bijaksana” (1 Petrus 3:7). Memelihara berarti mengenal dan memenuhi kebutuhan. Saya sangat buruk dalam membuat sesuatu bertumbuh. Bunga, sayuran, pohon buah, semuanya mati dalam perawatan saya karena saya tidak meluangkan waktu untuk belajar bagaimana mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang membuat mereka berkembang. Saya tidak boleh membiarkan hal itu terjadi terhadap istri saya. Dia adalah seorang pribadi, bukan objek, dan pribadi membutuhkan lebih banyak perhatian, penyelidikan, dan pembelajaran.

Kita tahu usaha seperti apa yang diperlukan untuk mendapatkan nilai A dalam suatu mata pelajaran di sekolah, untuk mendapatkan nilai A dalam memahami istri kita membutuhkan usaha yang sama. Hatinya “seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya” (Amsal 20:5). Jadilah seorang pelajar bagi istri Anda; jadikan dia mata pelajaran favorit Anda. Dengan semangat yang sama seperti ketika pria-pria menekuni hobi baru, abdikan diri Anda untuk mempelajari hatinya, tubuhnya, jiwanya, dan pikirannya. Perhatikan harapan-harapannya, impian-impianya, dan kecemasan-kecemasannya. Peliharalah dia supaya dia bertumbuh dengan baik.

Terlalu banyak pria sibuk memikirkan bagaimana “memahami perempuan” padahal mereka seharusnya sibuk memahami satu perempuan.

Tidak Pernah Sama

Dahulu kala, Herakleitos berkata, “Seseorang tidak dapat masuk ke sungai yang sama dua kali, karena sungainya bukan lagi sungai yang sama, dan dia juga bukan lagi orang yang sama.” Kita seharusnya memandang pernikahan kita dengan cara yang serupa. Saya terus bertumbuh, menjadi dewasa, dan berubah, demikian pula istri saya. Seorang suami tidak pernah benar-benar pergi berkencan dengan istri yang sama dua kali.

Hati istri kita selalu menawarkan lebih banyak hal untuk dijelajahi dan dipahami. Tugas ini adalah sebuah petualangan yang membutuhkan ketekunan, seperti pendakian panjang yang tidak pernah mencapai puncak tetapi menjanjikan pemandangan indah yang memukau di setiap tikungan. Memahami, menghargai, dan memelihara istri kita adalah suatu usaha yang memuaskan bukan hanya karena kita dapat menikmati ciptaan yang indah yaitu pasangan kita, tetapi juga karena kita dapat mencerminkan Sang Mempelai di atas segala mempelai, Sang Kekasih di atas segala kekasih, yaitu Tuhan Yesus sendiri.

 

Seth Troutt (@seth_troutt) (D.Min Covenant Theological Seminary) adalah Pendeta Pengajar di Ironwood Church di Arizona dan penulis buku Authentic Masculinity: Leaving Behind the Counterfeits for God’s Design. Dia dan istrinya, Taylor, memiliki dua anak kecil.

Langganan Dapatkan Berita Terbaru

Jangan lewatkan artikel, renungan yang mendalam, berpusat pada Injil, dan meninggikan Kristus. Kami hadirkan panduan untuk hidup Kristen Anda setiap minggu.

Layanan Pelanggan

Ikuti Kami

Dapatkan informasi terbaru dari Living Word melalui media sosial kami. Klik icon yang ada dibawah ini

Copyright ©Living Word (PT Berita Baik Indonesia). All Rights Reserved

Eksplorasi konten lain dari Living Word

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca