Hati Allah bagi Anda
“Apa yang muncul dalam pikiran kita ketika memikirkan tentang Allah merupakan hal terpenting tentang diri kita.” Begitulah permulaan dari buku A.W. Tozer The Knowledge of the Holy.¹ Hati Kristus adalah untuk memperjelas seperti apa Allah sebenarnya, bukan seperti apa yang kita harapkan tentang Dia. Saya mencoba menolong kita untuk melepaskan intuisi kita yang alamiah dan telah jatuh ke dalam dosa, bahwa Allah itu jauh dan dingin, dan melangkah masuk ke dalam pengetahuan yang membebaskan: Dia lemah lembut dan rendah hati.
Tetapi pembahasan kita berfokus kepada Anak Allah. Bagaimana dengan Allah Bapa?
Apakah sifat Sang Anak yang lemah lembut dan rendah hati menjadi “hal yang muncul dalam benak kita,” sedangkan sifat Sang Bapa sebagai hal yang berbeda? Apakah mungkin Sang Bapa sedikit kurang lemah lembut?
Sepertinya ada pemikiran yang umum di antara orang-orang Kristen bahwa Sang Anak adalah Pribadi yang paling baik hati dalam Tritunggal. Tentu saja Sang Bapa juga mengasihi kita. Tetapi Dia sedikit lebih dingin. Lebih kaku. Sang Anaklah yang benar-benar penuh kasih.
Tetapi bukan itu yang Alkitab ajarkan. Memang benar bahwa murka Sang Bapa dipuaskan oleh karya Sang Anak di atas kayu salib. Tetapi hati Bapa juga sama penuhnya dengan kasih untuk Anda, sama seperti hati Anak. Karya Anak di atas kayu salib membuka jalan bagi kasih Bapa untuk mengalir kepada kita, tetapi karya tersebut tidak membuat kasih Bapa kepada kita menjadi lebih besar.
Alkitab begitu jelas menyatakan bahwa hati Bapa sama penuhnya dengan kasih seperti hati Anak untuk umat-Nya. Dalam 2 Korintus 1:3, sebagai contoh, kita membaca:
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.
“Bapa yang penuh belas kasihan.” Ketika Paulus memulai surat 2 Korintus, dia memberikan kepada kita gambaran yang muncul di benaknya ketika dia memikirkan tentang Allah.
Ya, Bapa itu adil dan benar. Sempurna dalam kedua hal tersebut. Tanpa kebenaran tersebut, kita tidak akan memiliki harapan bahwa semua yang salah pada suatu hari akan diluruskan.
Tetapi apa itu hati-Nya?
Apa yang keluar dari keberadaan-Nya yang paling dalam?
Belas kasihan.
Dia adalah “Bapa yang penuh belas kasihan.” Sama seperti seorang bapa yang memiliki anak-anak yang mencerminkan siapa dirinya, Bapa yang ilahi memiliki belas kasihan yang mencerminkan diri-Nya. Ada kemiripan keluarga antara Bapa dan belas kasihan.
Menyebut Allah Bapa sebagai Bapa yang penuh belas kasihan berarti mengatakan Dia melipatgandakan belas kasihan yang penuh rahmat kepada umat-Nya yang memerlukan, menyimpang, berantakan, yang telah jatuh dalam dosa dan mengembara. Inilah cara Alkitab membawa kita masuk ke dalam pengertian siapa Allah Bapa. Pengertian yang benar tentang Allah Tritunggal bukanlah Bapa yang sifat utamanya adalah keadilan dan Anak yang sifat utamanya adalah kasih. Hati kedua Pribadi adalah satu dan sama; bagaimanapun juga, ini adalah Allah yang esa, bukan dua Allah. Hati keduanya adalah hati mengasihi yang menebus. Ini bukanlah kasih yang menumpulkan keadilan dan murka-Nya tetapi kasih yang dengan indah memuaskan keadilan dan murka-Nya.
Alkitab dengan jelas menyatakan hati Bapa juga sama penuhnya dengan kasih untuk Anda, sama seperti hati Anak.
Apa yang seharusnya muncul dalam benak kita ketika kita memikirkan tentang Allah? Allah Tritunggal adalah tiga di dalam satu, sumber belas kasihan yang tidak ada habisnya. Belas kasihan ini mengalir kepada kita dan dengan melimpah menyediakan untuk kita dalam segala kebutuhan, kegagalan dan pengembaraan kita. Inilah siapa Bapa itu, yang tidak kurang dari Anak, dan begitu juga Anak tidak kurang dari Bapa.
Melebihi dari apa yang kita sadari di saat tertentu, kepedulian Bapa yang penuh kasih menyelimuti kita dengan kelemahlembutan yang mengejar kita, yang mengatur segala detail kecil dalam kehidupan kita. Dia mengatur kepakan daun yang jatuh dari pohon dan juga angin yang meniupnya (Matius 10:29–31), dan Dia mengendalikan pula bom yang diledakkan oleh pikiran-pikiran jahat (Amos 3:6; Lukas 13:1–5). Tetapi melalui, di bawah dan yang memicu semua yang masuk ke dalam hidup kita, besar dan kecil, ada hati seorang Bapa: Bapa yang penuh belas kasihan.
Beberapa dari kita memiliki ayah yang baik ketika kita bertumbuh besar. Sebagian lainnya diperlakukan sangat buruk oleh ayah mereka. Apa pun keadaannya, yang didapat baik di dalam ayah duniawi kita hanyalah penunjuk samar akan kebaikan sejati dari Bapa surgawi kita, dan yang didapat buruk di dalam ayah duniawi kita adalah kebalikan dari siapa Bapa surgawi kita. Semua ayah duniawi kita hanyalah bayangan dari Bapa surgawi.
Dalam Yohanes 14, Filipus bertanya kepada Yesus untuk menunjukkan Bapa kepada para murid (Yohanes 14:8). Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, dan engkau tidak mengenal Aku, Filipus? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9).
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Yesus Kristus adalah perwujudan yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan (2 Korintus 4:4, 6; Ibrani 1:3). Di dalam Dia kita melihat hati surga berjalan berkeliling di atas dua kaki dalam ruang dan waktu. Ketika kita melihat hati Kristus di sepanjang keempat Injil, kita sedang melihat belas kasihan dan kelemahlembutan yang dari sananya merupakan hakikat-Nya yang terdalam.
Ketika Anda menimbang tentang hati Bapa untuk kehidupan Anda sendiri, biarlah Dia menjadi Bapa yang penuh belas kasihan bagi Anda. Dia tidak menahan kelemahlembutan-Nya terhadap Anda. Dia melipatgandakan belas kasihan-Nya untuk setiap kebutuhan Anda, dan tidak ada hal lain yang Dia inginkan daripada melakukan itu. “Ingatlah,” kata John Flavel, seorang Puritan, “bahwa Allah ini adalah Bapa Anda, dan Dia lebih lemah lembut kepada Anda daripada Anda, atau yang mampu Anda lakukan, terhadap diri Anda sendiri.”² Dengan kata lain, tindakan yang paling lembut yang Anda lakukan terhadap diri Anda sendiri tidak selembut cara Bapa surgawi memperlakukan Anda.
Hati Kristus itu lembut dan rendah hati. Dan itu adalah gambaran sempurna tentang siapa Bapa itu. “Bapa sendiri mengasihi kamu” (Yohanes 16:27).
Catatan:
W. Tozer, The Knowledge of the Holy (New York: HarperCollins, 1961), 1.
John Flavel, Keeping the Heart: How to Maintain Your Love for God (Fearn, UK: Christian Heritage, 2012), 57. Saya sedikit memperbarui bahasanya.
Artikel ini diadaptasi dari The Heart of Jesus: How He Really Feels about You karya Dane C.
Dane C. Ortlund adalah seorang pendeta senior di Naperville Presbyterian Church di Illinois, Amerika Serikat. Ia adalah penulis buku Gentle and Lowly: The Heart of Christ for Sinners and Sufferers dan Deeper: Real Change for Real Sinners. Dane dan istrinya, Stacey, memiliki lima orang anak.






