Bagaimana Saya Menemukan Identitas Saya?

Bagaimana saya menemukan identitas saya, jati diri saya? Secara langsung atau tidak langsung, kita selalu mendapatkan pertanyaan penting itu di kotak masuk kita. Ambil contoh, email ini dari Nick, yang merupakan seorang pendengar dan mantan pemain voli perguruan tinggi. Ia mengabdikan hidupnya untuk olahraga kompetitif di perguruan tinggi, dan ia menyadari, seperti yang dialami semua atlet pada akhirnya, bahwa kariernya akan berakhir. Dan bagi Nick, karier itu berakhir lebih cepat dari yang ia pikirkan. Ketika hal itu terjadi, ia jatuh ke dalam musim kegelapan. Ia telah gagal mencapai tujuan atletiknya. Dan ia belum mempersiapkan dirinya untuk akhir yang tiba-tiba datang itu — belum siap untuk dipisahkan dari persaingan, dari sekolahnya, dan dari rekan-rekan satu timnya. Jadi bagaimana seorang atlet serius seperti Nick menemukan jati dirinya sekarang? 

Identitas diri adalah tema dalam khotbah pertama John Piper dalam seri khotbahnya yang terkenal tentang kitab Roma. Banyak dari kalian tahu tentang seri khotbah itu. Piper berkhotbah melalui seluruh kitab Roma dalam 225 khotbah selama delapan tahun dan delapan bulan, mulai dari musim semi tahun 1998 hingga akhir tahun 2006. Ke-225 pesan yang kaya makna tersebut dikumpulkan dalam judul seri “Surat Terhebat yang Pernah Ditulis.” Seperti yang baru-baru ini kita dengar, kitab Roma adalah kunci identitas dirinya sendiri. Dan dalam khotbah pertama dari seri-nya, ia memulai dengan ayat 1 dari kitab Roma. Itu saja yang dibahas dalam khotbah pertamanya, membahas identitas rasul Paulus dan, dari situ, identitas kita sendiri. Di sinilah dia, pada tahun 1998, membaca ayat pertama. 

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah” (Roma 1:1). Sekarang, ada tiga frasa dalam Roma 1:1. Kita akan melihatnya. Dan saya ingin Anda melihat orangnya, saya ingin Anda melihat suratnya, dan saya ingin Anda melihat Allah-nya. Dan hanya sebagai penerapan langsung, terkadang ketika Anda membaca sebuah ayat, dan bahkan sebelum penjelasannya muncul, ayat itu sudah berbicara begitu pribadi kepada Anda, seolah-olah melompati bagian penjelasannya. 

Anda Milik Siapa? 

Dan saya punya firasat bahwa kata yang terucap di sini bukanlah tentang siapa diri Paulus itu — melainkan milik siapa Paulus itu. Anda melihatnya dalam ketiga frasa itu? “Hamba,” dibeli oleh Pribadi lain; “seorang yang dipanggil,” terpanggil oleh Pribadi lain; “seorang yang dikuduskan,” dikuduskan oleh Pribadi lain. Ada Pribadi lain dalam ayat ini, bukan? Sekilas ayat ini terlihat seolah-olah tentang Paulus. Ayat ini bukan tentang paulus. Pribadi yang membelinya, pribadi yang memanggilnya, yang menguduskannya — ada Seseorang yang berperan di balik pria ini. 

Pertanyaan besar dalam hidup bukanlah “Siapakah aku?” Pertanyaan besar dalam hidup adalah “Milik siapa aku?” Anda harus menjawab pertanyaan itu. Anda milik siapa? Anda kepunyaan siapa? Itu masalahnya sebenarnya. Pada abad kedua puluh, kita menjadi terlalu bingung soal identitas diri dan sebagainya. Siapakah aku, dan harga diriku, dan martabatku, dan nilaiku, dan semua itu — sungguh melelahkan. Ketika Anda membaca Alkitab, persoalan besar yang diangkat adalah hubungan yang benar dengan Allah dan milik siapakah Anda. Jadi biarlah pertanyaan itu menggantung pada ayat ini. 

Hamba Kristus Yesus 

Frasa nomor satu adalah “hamba Kristus Yesus.” Sekarang, kita yang religius, yang telah membaca Alkitab selama puluhan tahun, kita harus menyadari betapa mengejutkannya frasa itu. Kita harus memutuskan di sini apakah orang ini gila. Yesus Kristus, menurut Tacitus, seorang saksi sekuler — juga menurut semua saksi Kristen, dan juga Josephus — berkata, “Yesus meninggal 25 tahun yang lalu.” Dia sudah meninggal. Dia bukanlah tuan atas siapapun. Dan Paulus berkata, “Dia tuanku, dan dia hidup. “Saya adalah hamba Kristus Yesus yang hidup.” 

Jadi Anda harus memutuskan sekarang, di awal kitab ini, Apakah ini omelan orang gila yang berpikir bahwa seseorang mati lalu muncul dari kubur tiga hari kemudian lalu menjadi tuan atas manusia? Apakah dia orang gila? Atau, mungkinkah jika hal itu benar-benar terjadi dan nyata — dan semua orang di dunia yang mengabaikan atau mengejek hal itu justru hidup dalam ketidaknyataan? Anda harus memutuskan ini. Ini adalah masalah yang besar. Apakah dia gila menyebut dirinya hamba Kristus Yesus? 

Apa artinya menjadi hamba? Itu berarti dia dibeli oleh Yesus, dimiliki oleh Yesus, diperintah oleh Yesus. Saya akan tunjukkan di mana saya mendapatkannya. Dalam 1 Korintus 7:23, ia berkata, “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.” Jadi menjadi budak seseorang berarti telah dibeli oleh orang tersebut. Jadi dia menyebut dirinya sebagai budak atau hamba Kristus, yang berarti Kristus telah membelinya, dan itulah yang dia katakan. “Kristus telah membeli saya. Dan karena dia membeliku, maka dialah pemilikku.” Jika Anda seorang Kristen pagi ini, Anda adalah milik Allah dua kali lipat. Anda dimiliki karena Anda diciptakan, dan Anda juga dimiliki karena Anda ditebus. Kamu bukan milikmu sendiri, tetapi milik Dia. Dia memilikimu. 

Dia dapat berbuat sesuka hatinya terhadap Anda, yang membawa kita kepada hal ketiga yang dimaksudnya — yaitu, bahwa dia memerintah Anda, dan apa yang ingin Anda lakukan adalah menyenangkan dia. Di mana saya mendapatkannya? Galatia 1:10: “Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia,” kata Paulus, “maka aku bukanlah hamba Kristus.” Jika aku masih berusaha menyenangkan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Tetapi aku adalah hamba Kristus; karena itu, aku sama sekali tidak peduli untuk menyenangkan manusia, kecuali jika dengan menyenangkan mereka dapat menuntun mereka untuk menyenangkan Tuhanku, sebagaimana tertulis dalam Roma 15. “Marilah kita berusaha menyenangkan satu sama lain untuk membangun, sehingga kita dapat memuliakan Allah dengan membawa orang lain kepada-Nya” (lihat Roma 15:1–7). 

Bukan Iman pinjaman 

Tetapi yang mendorong pria ini adalah orientasi Kristus yang radikal karena Kristus telah membeli dia, memiliki dia, dan memerintah dia sekarang, dan semua yang dipikirkan adalah, “Bagaimana saya bisa menyenangkan -Nya? Bagaimana saya bisa menghormati-Nya? Bagaimana saya bisa mengagungkan-Nya?” Dan yang ingin kita ciptakan di Betlehem — dan saya tahu sebagian besar dari Anda sependapat dengan saya dalam hal ini — adalah sebuah gereja yang beranggotakan orang-orang yang secara radikal berorientasi untuk menyenangkan Kristus, menghormati Kristus, mengagungkan Kristus, dan membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, alih-alih menjadi seperti kebanyakan orang — yaitu, orang-orang beriman pinjaman. (Saya mendapatkan ungkapan itu dari Ayn Rand, penulis novel Atlas Shrugged, yang membenci orang-orang yang tidak berguna.) 

Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki visi dan nilai-nilai mereka sendiri yang mereka jalani dengan penuh kemenangan dan selalu melihat ke belakang, bertanya-tanya, “Kira-kira apa yang mereka pikirkan tentang ini?,” dan “Kira-kira apa yang mereka pikirkan tentang itu?,” dan “Saya ingin tahu apa yang mereka pikirkan tentang ini.” Dan mereka menjalani seluruh hidup mereka secara pinjaman, selalu berusaha untuk mendapatkan simpati orang lain, disukai, dibelai, dipuji, diberi sanjungan, dan dibayar. Itu cara hidup yang mengerikan. Dan Paulus berkata, “Aku dimiliki orang lain. Aku telah dibeli, aku telah diperintah, dan aku harus menyenangkan satu orang: Kristus. Dan Dia telah menyatakan firman-Nya di dalam diriku, dan itulah hidupku.” Marilah kita seperti itu. 

John Piper adalah pendiri dan pengajar desiringGod.org dan rektor Bethlehem College & Seminary. Selama 33 tahun, dia melayani sebagai pendeta di Bethlehem Baptist Church, Minneapolis, Minnesota. Dia adalah penulis lebih dari 50 buku, termasuk Desiring God: Meditations of a Christian Hedonis dan yang terbaru Foundations for Lifelong Learning: Education in Serious Joy.

Langganan Newsletter

Jangan lewatkan artikel, renungan yang mendalam, berpusat pada Injil, dan meninggikan Kristus. Kami hadirkan panduan untuk hidup Kristen Anda setiap minggu.

Layanan Pelanggan

Ikuti Kami

Dapatkan informasi terbaru dari Living Word melalui media sosial kami. Klik icon yang ada dibawah ini

Copyright ©Living Word (PT Berita Baik Indonesia). All Rights Reserved

Discover more from Living Word

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading