Oleh: Caleb Davis – October 9, 2024
Anda pernah mendengar kata-kata ini dan mungkin bahkan mengucapkannya: Kita tidak pergi ke gereja, kita adalah gereja. Saya memiliki hubungan dengan Allah; saya tidak membutuhkan sebuah lembaga atau gedung. Pergi ke gereja adalah penemuan modern buatan manusia. Allah ingin kita berhubungan dengan Dia dan orang di sekeliling kita. Saya “beribadah” dengan cara yang berbeda—lewat jamuan makan bersama, menikmati alam, dengan melayani sesama—inilah gereja saya.
Beberapa orang mengaku beragama Kristen tetapi tidak pernah pergi ke gereja. Mereka tidak yakin Alkitab memerintahkan kita untuk melakukan hal itu. Apakah mereka benar? Apakah Artikel Rohani Kristen ini bisa menjawabnya? Mari kita telusuri tujuh jawaban untuk pertanyaan itu.
1. Perintah Allah untuk Berkumpul: Dasar Teologi Gereja Mula-mula
Dari manakah asal ide pergi ke gereja? Beberapa penyebab yang umum disarankan adalah Konstantinus Agung, model bisnis Amerika, orang tua, atau pendeta yang sangat membutuhkan pekerjaan. Namun, sebenarnya ide siapakah itu?
Inilah yang dikatakan Allah:
Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut. Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi Tuhan di segala tempat kediamanmu. (Imamat 23:2–3)
Perkumpulan bukanlah ide buatan manusia. Allah sendiri yang mengumpulkan umatnya seminggu sekali untuk waktu ibadah yang suci.
2. Umat Allah Berkumpul Setiap Minggu untuk Bernyanyi, Belajar, dan Berdoa
Kadang-kadang orang mengatakan bahwa “gereja” itu penting, tetapi gereja juga melibatkan berbagai kegiatan lainnya. Berhubungan dengan Allah tidak harus terjadi melalui pertemuan institusional, jadi tidak masalah jika Anda menemukan sesuatu yang cocok untuk Anda.
Ini mengabaikan fakta bahwa ada praktik-praktik ibadah tertentu yang telah diberikan Allah kepada umat-Nya untuk diikuti saat mereka berkumpul sebagai gereja.
Nyanyian ziarah (Mazmur 120–134) ditulis untuk mempersiapkan orang-orang untuk beribadah di Yerusalem… “Beribadah ke gereja” bukan hanya sekadar mencari apa yang cocok untuk Anda secara rohani. Allah ingin mengubah pemahaman kita tentang kebutuhan dan keinginan kita melalui praktik yang telah Ia tetapkan.
3. Praktik Kumpul Bersama: Bukti Nyata Alkitab Perintah Pergi ke Gereja
Ada yang mungkin berpikir, “Yah, itu hanya Perjanjian Lama.” Namun, kenyataannya tidak demikian. Orang-orang Yahudi pertama yang masuk Kristen memang mengalami perubahan dalam ibadah mereka, tetapi ibadah tidaklah dihapuskan.
Saat gereja mulai berdiri, mereka “bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” (Kisah Para Rasul 2:42).
“Memecahkan roti dan berdoa” tidak mengacu kepada segerombolan teman yang berkumpul di akhir pekan dan berdoa sebelum makan. Ini berbicara tentang pertemuan ibadah yang formal.
Seiring dengan penyebaran Injil, umat Kristen mengorganisasikan diri mereka ke dalam gereja-gereja lokal, dan mereka melanjutkan pertemuan ibadah yang telah diwariskan. … Asumsinya adalah pertemuan rutin itu terjadi—bukan sekadar nongkrong biasa. Kata Yunani untuk “pertemuan” biasanya diterjemahkan menjadi “sinagoga”; Yakobus berbicara tentang pertemuan ibadah formal. Umat Kristen awal menunjukkan kepada kita bahwa menjadi gereja berarti pergi ke gereja. Pemahaman ini sangat penting untuk dibahas, dan Anda bisa menemukan sumber bacaan lebih lanjut di Toko Buku Kristen terdekat.
4. Gereja Mula-mula Berkumpul untuk Praktik-praktik Tertentu
Umat Kristen dapat melakukan banyak hal baik saat berkumpul, tetapi itu tidak berarti mereka adalah “gereja.” … Itu bukanlah “gereja” ketika orang-orang Kristen pergi retreat bersama, melayani orang lain yang membutuhkan, makan bersama, atau berdiskusi tentang Allah sambil minum kopi. Hal-hal yang baik. Bukan gereja.
Pola peribadahan gereja mula-mula mencakup praktik-praktik sama yang telah kita bahas: pengajaran Firman, bernyanyi, berdoa, dan mengucapkan syukur (Kol. 3:15–16), serta Perjamuan Kudus (1 Kor. 11:18–21). Hal ini merupakan dasar penting yang sering dibahas dalam Buku Rohani Kristen tentang ibadah jemaat.
5. Ibadah Hari Minggu: Pola Pertemuan Kudus Kristen Mula-mula
Gereja menandai hari Minggu sebagai hari pertemuan suci mereka karena kebangkitan Yesus. Lukas mencatat, “Pada hari pertama minggu itu, kami berkumpul untuk memecahkan roti. Paulus berbicara kepada mereka” (Kisah Para Rasul 20:7, 1 Kor. 16:1–2).
Meskipun bukan Kitab Suci, Didache, salah satu dokumen Kristen paling awal dari abad pertama, menetapkan seperti apa seharusnya ibadah gereja… Pergi ke gereja pada hari Minggu bukanlah penemuan modern. Umat Kristen tidak sekadar berkumpul secara santai dan “menjalani kehidupan” pada hari apa pun. Mereka berkomitmen untuk berkumpul pada hari Minggu.
6. Perintah untuk Para Penatua Memimpin dan Berkhotbah Mengasumsikan Suatu Pertemuan
Melalui telepon genggam, kita dengan mudah terhubung… Namun Alkitab melukiskan gambaran yang berbeda. Kita diberitahu bahwa orang Kristen membutuhkan penatua/penilik jemaat (1 Tim. 3:1), yang bertanggung jawab untuk memastikan gereja bertumbuh…
… Dia tahu bahwa kita membutuhkan pemimpin yang berkualitas dan diangkat dengan otoritas untuk mengambil tanggung jawab atas kita, dan bahwa pemimpin-pemimpin tersebut seharusnya berkhotbah dan mengajarkan hidup kita. Tidak ada pengganti untuk itu—sebuah topik penting yang sering ditekankan dalam Buku Rohani Kristen tentang kepemimpinan gereja.
7. Jangan Tinggalkan Pertemuan Ibadah (Ibrani 10:24-25): Pesan Penting dalam Setiap Buku Rohani Kristen
Bagi sebagian orang, pergi ke gereja menjadi terlalu sulit… Kitab Ibrani ditulis kepada orang-orang Kristen yang sedang berjuang untuk bertahan… Penulis kitab Ibrani berkata hal ini tidak boleh terjadi:
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang” (Ibr. 10:24–25).
… Allah tahu bahwa jika kita ingin tetap setia dan mengalami semua yang Dia rencanakan bagi kita, kita tidak boleh mengabaikan pergi ke gereja.
🔑 Kesimpulan
Kami adalah gereja, jadi kami pergi ke gereja. Kata “gereja” berarti “perkumpulan.” Allah telah dan masih mengumpulkan umat-Nya… Namun dia tidak hanya mengumpulkan mereka secara abstrak. Dia mengumpulkan mereka setiap minggu, secara fisik, di tempat-tempat nyata dengan praktik ibadah yang spesifik, pembaruan perjanjian, dan khotbah yang dipimpin oleh para penatua yang berkualifikasi yang Dia tahu kita butuhkan.
Allah telah menetapkan gereja untuk menjadi salah satu aspek paling mendasar dalam kehidupan Anda sebagai orang Kristen. Jika Anda ingin menggali lebih dalam, kunjungi Toko Buku Kristen untuk mendapatkan Buku Rohani Kristen terbaik tentang persekutuan. Janganlah kita hanya menjadi gereja. Mari kita pergi ke gereja. Ini adalah ideNya—rencanaNya, hadiahNya.






