Makna Paskah

Makna Paskah

Tiga Cara kita Merayakan Kebangkitan dari Kematian kepada Kehidupan

13 April 2022 — Andrea Thom

Kelinci-kelinci kecil mengendus-endus di antara rerumputan yang menjulang tinggi di musim semi. Anak-anak dengan gembira berburu telur paskah dan coklat. Paskah adalah hari raya yang penuh sukacita dan juga menjadi suatu hari libur Internasional. Namun entah bagaimana, kemeriahannya masih kalah dari kemegahan besar hari Natal.

Konsep hari Paskah yang menggabungkan tentang kehidupan baru dengan ciri khas hari raya seakan dapat dengan mudah mengaburkan apa yang sebenarnya kita rayakan. Namun, ketika kita menggali lebih dalam lagi dari pemandangan menetasnya anak-anak ayam  menuju ke kehidupan yang baru, dalam sudut pandang kehidupan Yesus, kita menemukan bahwa di dalam Paskah kita sebenarnya sedang merayakan kuasa yang besar dan sangat luar biasa. Jika Natal merayakan kedatangan Yesus ke dunia, Paskah hadir untuk merayakan kemenangan-Nya atas kematian.

Ada tiga cara di mana Paskah merayakan perubahan hidup kita dari kematian menuju kehidupan. Ketika kita menyerahkan hidup kepada Yesus, bukan hanya tujuan kekal kita yang berubah dari kematian menjadi kehidupan, tetapi kita juga diarahkan pada jalan hidup yang baru, yaitu sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh kebangkitan.

  1. Hidup yang ‘dibangkitkan’ berarti mengenal Yesus karena kita berdiri dalam identitas baru yang sudah Dia berikan.
  2. Hidup yang ‘dibangkitkan’ berarti mengubah perilaku kita karena identitas baru kita akan mempengaruhi pilihan-pilihan kita.
  3. Hidup yang ‘dibangkitkan’ berarti senantiasa merindukan masa depan karena kita mencari rumah yang utuh dan kekal di dalam Yesus

 

1. Hidup dalam Kebangkitan Berarti Memiliki Identitas Baru di dalam Yesus

Salah satu bagian Alkitab yang paling saya sukai adalah silsilah, karena di dalamnya terdapat nama-nama yang nyata dari orang-orang biasa, sama seperti kita. Mereka memiliki kelemahan yang tak terduga. Mereka juga merupakan orang-orang yang tersisih, bahkan para pendosa yang juga memiliki dosa besar. Jiwa kita yang penuh noda ini merindukan hubungan dengan Tuhan, namun ada dosa yang mengurung dan menghalangi hubungan dengan ilahi untuk selamanya.

Lalu, datanglah Yesus.

Sebab Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21). Ketika Kristus mati di kayu salib, Allah melihat saya, sehingga sekarang ketika saya berdiri di hadapan Allah, Dia melihat Kristus.

Rasul Paulus menggunakan ungkapan berada ‘di dalam’ Kristus lebih dari penggunaan kata deskripsi lainnya (2 Korintus 5:17). Karena kita adalah milik-Nya, maka kita dibawa masuk ‘ke dalam’. Hubungan dengan Allah sekarang dapat dinikmati secara pribadi, pasti dan kekal karena kita telah diangkat menjadi anak-anak-Nya (Galatia 4:5-6).

Ketika saya sudah memperoleh kesempatan untuk untuk bekerja, saya mendapatkan akses ke dalam berbagai hak istimewa, berkaitan dengan pilihan pekerjaan, jumlah penghasilan dan relasi dengan orang-orang lain. Hal ini merupakan hasil dari jerih payah saya setelah menyelesaikan pendidikan. 

Namun ada satu kendala.

Kualitas pekerjaan saya harus tetap ‘dalam keadaan baik’ atau saya akan kehilangan akses atas semuanya itu. Karya Yesus melayakkan kita untuk memperoleh akses tanpa batas tersebut (Matius 27:51) dan menjamin ‘kedudukan baik’ kita,  tidak peduli seberapa jauh kita menyimpang. Apa yang kita miliki ‘di dalam’ Dia? Kita memiliki sebuah hubungan dengan-Nya sekarang, hidup kekal bersama-Nya selamanya, dan semua hak istimewa lainnya sebagai milik-Nya, yaitu kebenaran-Nya, (menjadi) keluarga-Nya, tujuan-Nya, dan diri-Nya sendiri (Kolose 2:9-10).

 

2. Hidup dalam kebangkitkan berarti memiliki Cara Hidup yang Baru

Anak perempuan saya sedang belajar menjahit dan dia mulai memahami betapa pentingnya menggunakan pola. Pola asli berfungsi sebagai alat penting yang mencerminkan tujuan dari suatu proyek serta menuntun kepada kualitas yang baik dan konsistensi dari hasilnya. Hal keselamatan adalah seperti itu, yaitu sebuah peristiwa yang terus diulang sampai menjadi suatu pola. Identitas saya yang dibangkitkan di dalam Dia mendorong saya untuk tetap mengikuti pola hidup yang sudah dibangkitkan bagi Dia (Titus 2:11-14).

Seorang duta besar secara resmi akan mewakili negaranya saat ia ditugaskan untuk tinggal di negeri lain. Sebagai umat Allah yang sudah ditetapkan untuk tinggal di rumah surgawi, kita pun menjadi duta kasih-Nya dengan meneladani proses penggantian yang sama yang telah Dia teladankan bagi kita. Karena Yesus telah menanggung beratnya dosa di atas diri-Nya, saya pun dapat menanggung beban penderitaan akibat dosa yang menimpa saya (1 Petrus 4:12-14). Saya telah mati terhadap hak untuk membentuk identitas saya sendiri (Galatia 2:20), dan sebaliknya menjadi wadah bagi kuasa-Nya untuk bangkit melalui saya (Roma 6:5-6).

Kita tidak dapat berjalan di dalam Dia jika kita masih berjalan di dalam dunia (Kolose 2). Kita tidak boleh menaruh anggur yang baru ke dalam kantong yang lama (Markus 2:22). Kita kehilangan hidup kita untuk menemukannya (Markus 8). Kita diperdamaikan ketika kita bertobat (2 Korintus 5).

Kita tidak dapat mati terhadap dosa dan hidup di dalamnya pada saat yang sama (Roma 6:2-4). Sebelum para murid dapat mengikuti Kristus, mereka harus menyangkal diri (Lukas 9). Berulang kali Kitab Suci menegaskan bahwa jalan menuju hidup yang dibangkitkan adalah dengan terus-menerus dan secara sengaja melepaskan hak atas diri sendiri.

Melepaskan: secara resmi menyatakan penyerahan suatu hak dengan kata lain, menolak hak tersebut. Pemicu untuk bangkit adalah melepaskan. Kitab Suci tidak mengajarkan bahwa kita harus membiarkan perlakuan buruk tanpa berbicara, atau bahwa menikmati hal-hal duniawi itu salah. Sebaliknya, daripada mengambil hal-hal dunia ini dan menjadikannya tentang diri kita, kita memilih untuk mengambil hal-hal dunia ini dan menjadikannya tentang Dia.

Seperti apakah aplikasinya? Jika kita semakin memprioritaskan Firman Tuhan dan doa, maka kita pun akan semakin menjadi serupa dengan Dia yang kita pandang. Kasih-Nya mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak masuk akal. Mati terhadap pengeluaran berlebihan demi membeli Alkitab untuk penginjilan. Mati terhadap kesombongan dengan melayani secara diam-diam tanpa terlihat. Mati terhadap kekeraskepalaan kita demi menjaga hubungan yang telah diperdamaikan. Mati terhadap diri sendiri membawa sukacita rohani karena kita semakin mendekati untuk menjadi pribadi yang telah direncanakan oleh Allah.

Kita diberi kehormatan untuk turut mengambil bagian dalam penderitaan-Nya (1 Petrus 4:13) dan dibentuk melalui berbagai pencobaan untuk memiliki karakter yang telah dibangkitkan.

Makna pola hidup yang telah dibangkitkan adalah: Yesus mati dan bangkit bagi kita supaya hidup kita dapat mati dan bangkit bagi Dia. Setiap pikiran, perkataan, dan tindakan menjadi kesempatan ilahi untuk mewartakan kembali Injil kepada dunia yang sedang memperhatikan dan bertanya-tanya tentang adanya harapan dan tujuan hidup bagi mereka yang telah hancur. Ini adalah sebuah pola yang berpusat pada  Yesus. Ini adalah sebuah pola yang berharga. Sebuah pola yang akan  berlangsung terus menerus, yaitu hidup yang dibangkitkan.

3. Hidup dalam Kebangkitkan Berarti memiliki Sukacita yang mendalam untuk Masa Depan.

Ketika saya masih kecil, saya pernah pergi memancing dan menjulurkan kail pancing saya ke arah danau tapi saya merasa frustasi karena kurang berhasil mendapatkan ikan. Kakek saya datang sambil tersenyum dan berbisik di telinga saya, “Perhatikan ini.” Dengan satu ayunan yang berirama, dia melemparkan kailnya jauh melampaui jangkauan pandangan mata saya yang penuh ketakjuban dan hal ini sepenuhnya mengubah pengalaman memancing saya. Kehidupan dalam kebangkitan yang digambarkan di bagian akhir Alkitab adalah seperti itu, yaitu mengalihkan pandangan kita melampaui hal-hal yang dekat dan yang hanya sementara, untuk memberikan perspektif tentang kekekalan pada masalah-masalah di sekeliling kita saat ini.

Dari awal hingga pada akhirnya, Alkitab adalah suatu kisah besar yang menyeluruh. Dimulai dengan janji tentang kebangkitan (Kejadian 3:15), dan mencapai puncaknya dalam kebangkitan secara harfiah dari Yesus (Lukas 24:5-7), dan semuanya akan berakhir dalam kebangkitan akhir Yesus bersama umat-Nya (Wahyu 7:9-12).

Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kemenangan dalam kebangkitan kita walaupun hanya secara sekilas. Kebenaran yang selaras dengan kuasa, menjadikan keputusasaan terlebur menjadi damai sehingga tubuh dan jiwa bersatu dalam kesempurnaan yang tak terpisahkan. Inilah yang disebut dengan penyembahan. Ini adalah suatu kemenangan yang menggenapi kisah dalam Alkitab dan membawa kita ke dalam kebangkitan yang kekal. Di sana kita akan diberikan tubuh kebangkitan yang baru dan akan berdiri bersama dengan keluarga-keluarga kita yang sudah dibangkitkan terlebih dahulu, di hadapan Juruselamat kita, yang juga telah mengalami kebangkitan.

Hidup yang telah dibangkitkan memiliki  kepastian surgawi yang akan mempengaruhi kehidupan kita di dunia saat ini, karena hal itu membuat pandangan kita teralihkan dari kesedihan yang kita alami saat ini kepada Dia yang mulia. Harapan kebangkitan di masa depan memberi kita penghiburan, membangun ketekunan, dan menghadirkan sukacita di tengah penderitaan yang tidak masuk akal secara duniawi.

Makna Paskah yang sejati membawa kita melampaui pola pikir yang hanya tertuju pada nuansa lembut musim semi kepada pengagungan Yesus dalam kemenangan kerajaanNya. Ini adalah identitas, cara hidup, dan rumah masa depan di mana kita akan selalu menjadi bagiannya.

Apakah Anda telah mati dalam dosa Anda dan ingin mengetahui lebih banyak tentang hidup berada ‘di dalam’ Yesus? Paskah adalah tentang Yesus yang bangkit yang tidak tinggal dalam kematian supaya Anda juga tidak perlu tinggal di dalamnya. Dia memanggil Anda untuk menyerahkan diri, percaya kepada-Nya dengan iman, dan pulang kepadaNya.

Apakah Anda hidup dalam kekalahan? Setiap kebangkitan dimulai dari tempat yang rendah. Siapa pun Anda, atau apa pun yang sedang Anda alami, lembah Anda adalah kesempatan bagi kehidupan Yesus untuk bangkit sebagai kesaksian tentang realitas dan keindahan kasih-Nya. Paskah adalah saat dimana Yesus yang sudah bangkit, memanggil Anda untuk mengambil bagian dalam penderitaan-Nya dan bangkit menuju kekudusan.

Apakah Anda takut akan kematian? Paskah adalah mengetahui bahwa Yesus telah mati dan bangkit berabad-abad yang lalu sedang menantikan Anda di di tempat kekekalan di mana anda tidak akan pernah mengalami kematian lagi.

Kita dahulu telah mati dalam dosa kita, tetapi ketika Allah yang hidup menyerap kematian kita, Dia menyucikan dan membangkitkan kita. Status yang dibangkitkan, yaitu dari seseorang yang berdosa menjadi seseorang yang disucikan. Hubungan dengan Allah yang dibangkitkan, yaitu dari keterpisahan menjadi dekat atau intim. Tujuan yang dibangkitkan, yaitu dari berpusat pada diri sendiri menjadi berpusat pada Allah. Tujuan akhir yang dibangkitkan, yaitu dari neraka menuju surga. Allah yang pada awalnya menciptakan dunia ini (Kejadian 1:3-26), akan menaghiri dunia ini  dalam kepenuhan kebangkitan (Wahyu 21:1-7).

Dia memanggil Anda sekarang untuk hidup sebagai orang yang dibangkitkan. Kiranya perayaan Paskah tahun ini menggerakkan Anda, di mana pun Anda berada, untuk bangkit dan mengalami hidup yang sejati.

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Korintus 15:54-57, TB)

Andrea  adalah seorang istri, ibu dari tiga anak yang luar biasa, dan seorang terapis. Dia memiliki kerinduan untuk melihat para wanita bertumbuh dalam pemahaman Alkitab dan mengalami perubahan hidup melalui Injil. Dia memiliki gelar Magister Sains, dan senang mengajar wanita tentang Alkitab. Dia adalah penulis dua studi Alkitab ekspositori: Ruth–Redeeming the Darkness dan Amos-Come Awake! Dia menulis blog di http://www.andreathom.com.

Langganan Newsletter

Jangan lewatkan artikel, renungan yang mendalam, berpusat pada Injil, dan meninggikan Kristus. Kami hadirkan panduan untuk hidup Kristen Anda setiap minggu.

Layanan Pelanggan

Ikuti Kami

Dapatkan informasi terbaru dari Living Word melalui media sosial kami. Klik icon yang ada dibawah ini

Copyright ©Living Word (PT Berita Baik Indonesia). All Rights Reserved

Discover more from Living Word

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading