Apakah Anda Berdoa Seperti Iblis?

Salah satu cara untuk memperjelas makna tindakan orang Kristen adalah dengan memperhatikan seberapa banyak tindakan yang dapat dilakukan iblis. 

Jadi, misalnya, ketika menjelaskan artinya memiliki iman yang menyelamatkan, Yakobus berkata, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” (Yakobus 2:19). Dengan kata lain, iman yang menyelamatkan seharusnya lebih dari apa yang setan dapat lakukan. Jadi, perhatikan hal itu, dan carilah tahu apa yang bisa mereka lakukan. Jangan pernah puas dengan definisi “iman” yang hanya memerlukan kita melakukan apa iblis bisa lakukan. 

Eksegesis dari Prinsip Iblis 

Ada prinsip eksegesis di sini yang berguna dalam berbagai konteks alkitabiah. Prinsipnya adalah: ketika Anda ingin memahami makna tugas secara alkitabiah, tanyakan seberapa besar tugas yang dapat dilakukan iblis; perhatikan itu; dan jangan menyamakan tugas alkitabiah dengan apa yang bisa dilakukan iblis. Seperti yang diajarkan dalam alkitab, setiap kewajiban orang Kristen lebih dari sekedar apa yang dapat dilakukan iblis. 

Dalam 1 Korintus 12:3 Paulus berkata, “Tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: ”Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.” Jadi, dengan menerapkan prinsip iblis saya di sini, kita ingat bahwa iblis tidak memiliki keraguan tentang ketuhanan Yesus atas dunia, dan atas seluruh kekuasaan iblis. Iblis tahu Yesus adalah Tuhan. Dan setan-setannya mengatakan hal yang sama. 

Dalam Matius 8:29, setan-setan berseru kepada Yesus, “Apa urusanmu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Dan dalam Markus 1:24, setan berkata kepada Yesus, “Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau – Yang Kudus dari Allah.” Ungkapan “Anak Allah” dan “Yang Kudus dari Allah” ini dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Hal ini bahkan lebih jelas ketika Anda melihat perkataan setan tentang yang Yesus dapat lakukan: “menyiksa kami” dan “membinasakan kami.” Iblis mengetahui dan mengakui bahwa Yesus lebih kuat dari dirinya dan bahwa kebebasan iblis dapat dihitung hari.

Iblis Percaya Yesus Adalah Tuhan 

Jadi, jelas sekali bahwa iblis dapat berkata, “Yesus adalah Tuhan.” Faktanya, dia memang mengatakannya. Hal ini berguna untuk memahami maksud Paulus dalam 1 Korintus 12:3, ketika ia mengatakan, “Tidak seorang pun, yang dapat berkata: ‘Yesus adalah Tuhan’ selain oleh Roh Kudus.” Karena iblis dapat mengatakan, “Yesus adalah Tuhan,” kita tahu bahwa tugas mengatakan “Yesus adalah Tuhan” lebih dari sekedar percaya dan mengatakan bahwa dia sangat berkuasa. Iblis percaya dan mengatakan itu. 

Hal yang sama juga berlaku ketika kita membaca Roma 10:9, di mana Paulus berkata, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Kini kita melihat bahwa umat Kristiani tidak hanya mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, namun juga percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian

Iblis Percaya Yesus Bangkit 

Apakah iblis percaya bahwa Tuhan membangkitkan Yesus dari kematian? Ya, dia percaya. Ia mencurahkan sebagian besar tenaganya untuk membutakan pikiran orang-orang sehingga mereka tidak melihat “cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus” (2 Korintus 4:4). Dan kemuliaan itu adalah kemuliaan Kristus yang disalibkan dan bangkit, yang bersinar dalam Injil. Iblis tahu Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian. 

Jadi, kewajiban mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan telah membangkitkan Dia dari kematian, pasti mempunyai arti yang lebih dari apa yang diakui dan diyakini oleh iblis. Maksud saya adalah bahwa prinsip iblis ini merupakan petunjuk eksegesis yang sangat membantu untuk masuk lebih dalam ke suatu realitas yang ada dalam pikiran Paulus.

Iman Iblis dan Iman yang Menyelamatkan 

Roma 10:9 memberi petunjuk tentang realitas yang lebih dalam itu. “Jika kamu . . . percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Benar, rujukan mengaku dengan “mulut” dan percaya dengan “hati” diambil dari Ulangan 30:14 (“Firman ini… di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”). Tapi apa maksud Paulus? Itu pertanyaan yang harus kita tanyakan. 

Apa yang Paulus isyaratkan melalui kata-kata “di dalam hatimu” adalah bahwa Anda dengan penuh sukacita mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan dengan bahagia menerima kebangkitan-Nya sebagai pintu masuk kemuliaan ke dalam keselamatan. Kita mengetahui hal ini karena Paulus dalam Roma 6:17 berbicara tentang “segenap hati mentaati,” yang berarti, bukan dengan terpaksa tetapi dengan sukacita. Dan secara eksplisit ia membandingkan keinginan dalam hati dengan keinginan “dengan sedih hati atau karena paksaan” (2 Korintus 9:7). Itulah cara iblis mengakui kebangkitan dan ketuhanan Yesus – dengan enggan dan karena paksaan. 

Jadi, kembali ke 1 Korintus 12:3: “Tidak seorang pun dapat mengaku ‘Yesus adalah Tuhan’ selain oleh Roh Kudus.” Maksud Paulus adalah bahwa tanpa karya transformasi Roh Kudus, tidak seorang pun dapat mengatakan “Yesus adalah Tuhan” dengan penuh sukacita dan sambutan bahagia akan Tuhan Yesus sebagai harta karun tertinggi. Iblis mengakui kekuasaan Yesus dan kemenangan terakhirNya, tapi iblis membenciNya . Hanya melalui Roh Kudus kita dapat menyayanginya. Dan itulah yang membuat kita menjadi orang-orang Kristen – bukan sekadar mempercayai fakta-fakta yang sama seperti yang dipercayai iblis. 

Tinggallah di dalam Kristus 

Saya baru-baru ini memikirkan kata-kata berikut dalam 2 Yohanes: “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah.  Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak” (2 Yohanes 1:9). Hal ini jelas sangat penting, karena tidak memiliki Tuhan berarti binasa tanpa Tuhan. 

Jadi, saya merenungkan apa artinya “tinggal di dalam ajaran Kristus”. Kehidupan kekal saya bergantung pada ini. Jika saya tidak melakukannya, saya tidak memiliki Allah. Jika saya melakukannya, saya memiliki “Bapa dan Anak.” Jadi, saya menerapkan prinsip iblisku. Dalam artian apa iblis dapat “tinggal dalam ajaran Kristus”? Ya, dia sangat kompeten secara intelektual, dia mempunyai ingatan supernatural, dan dia ada di sana ketika semua ajaran diberikan. Jadi, saya berasumsi dia bisa “tinggal” dalam ajaran Kristus dalam arti bahwa dia “mengingat” ajaran tersebut dan “meyakini” kebenarannya. Jadi ini berarti, ketika Yohanes mengatakan kita harus “tinggal di dalam ajaran Kristus,” maksudnya lebih dari sekedar “mengingatnya” dan lebih dari sekedar “meyakininya sebagai fakta.” 

Ketika iblis mengingat ajaran Yesus dan mempercayainya sebagai fakta, dia membencinya . Dia tidak menyukai ajaran Kristus. Dia tidak menjaganya atau menghargainya . Namun dalam pikiran Yesus dan Yohanes, tinggal dalam ajaran, atau menaati firman Yesus, berasal dari kasih terhadap Yesus. 

Jawab Yesus kepadanya, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku , dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidakmenuruti firman-Ku .” (Yohanes 14:23–24) 

Menerapkan prinsip iblis membuat saya mencari tahu apa sebenarnya arti tinggal dalam ajaran Kristus. Ini pasti lebih dari yang bisa dilakukan iblis. Memang, ini lebih dari itu! Itu adalah berpegang teguh dan menghargai serta menaati karena itu adalah ajaran dari orang yang kita cintai di atas segalanya. 

Diperlukan Terapi Kejut 

Keyakinan saya sendiri adalah bahwa ribuan pengunjung gereja akan terlayani dengan baik jika para pendeta bertanya, Apa bedanya iman Anda dengan iman iblis? Apa bedanya “tinggal dalam ajaran Kristus” Anda dalam ajaran Yesus dengan ajaran iblis? 

Faktanya, setiap orang yang beriman, bukan yang hanya sekedar beriman saja, sebaiknya bertanya, Apa bedanya doa saya dengan doa yang disetujui atau bahkan dikabulkan oleh iblis? (Iblis memang meminta hal-hal kepada Allah dalam Lukas 22:31.) Iblis tidak mempunyai masalah jika manusia berdoa untuk makanan, pakaian, kesehatan, kedamaian dalam hubungan, kesuksesan finansial, dan nilai ujian yang bagus, dan sebagainya. 

Alasan mengapa iblis baik-baik saja dengan doa-doa tersebut adalah karena doa-doa tersebut mengungkapkan keinginan orang-orang yang belum lahir baru. Anda tidak harus lahir baru untuk menginginkan makanan, pakaian, kesehatan, dan kesuksesan. Dan Anda tidak perlu lahir baru untuk meminta Tuhan menyediakannya. 

Namun iblis tidak pernah berdoa atau membantu siapa pun berdoa, “Dikuduskanlah namamu.” Atau, “Tuhan, segala hormat, keagungan, kekaguman, dan pujian hanya untuk Nama-Mu!” Iblis tidak pernah berdoa atau membantu siapa pun berdoa, “Tuhan, majukan kerajaanMu melawan kuasa kegelapan.” Iblis tidak pernah berdoa, “Saya menyesal atas dosa saya. Saya membencinya, dan saya mengakuinya, dan saya mohon pengampunan kepada Bapa dalam nama Yesus.” 

Jadi, sebaiknya kita menerapkan prinsip eksegesis iblis pada kewajiban iman, dan kewajiban mematuhi ajaran Kristus, dan kewajiban berdoa, dan banyak kewajiban lainnya. 

Tanpa terapi kejut seperti itu, orang Kristen duniawi mungkin tidak akan pernah menyadari fakta bahwa mereka percaya dan taat serta berdoa seperti yang dilakukan iblis.

John Piper adalah pendiri dan pengajar desiringGod.org dan rektor Bethlehem College & Seminary. Selama 33 tahun, dia melayani sebagai pendeta di Bethlehem Baptist Church, Minneapolis, Minnesota. Dia adalah penulis lebih dari 50 buku, termasuk Desiring God: Meditations of a Christian Hedonis dan yang terbaru Foundations for Lifelong Learning: Education in Serious Joy.

Tags :

Langganan Newsletter

Jangan lewatkan artikel, renungan yang mendalam, berpusat pada Injil, dan meninggikan Kristus. Kami hadirkan panduan untuk hidup Kristen Anda setiap minggu.

Layanan Pelanggan

Ikuti Kami

Dapatkan informasi terbaru dari Living Word melalui media sosial kami. Klik icon yang ada dibawah ini

Copyright ©Living Word (PT Berita Baik Indonesia). All Rights Reserved

Discover more from Living Word

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading